Letusan Gunung Ruang Mengganggu Penerbangan Ancaman Abu Vulkanik Terhadap Transportasi Udara

Letusan Gunung Ruang Mengganggu Penerbangan Ancaman Abu Vulkanik Terhadap Transportasi Udara

Di tengah gemuruh letusan Gunung Ruang, pesawat-pesawat yang melintas di langit sekitarnya terpaksa mengubah jalur penerbangan mereka atau bahkan membatalkan perjalanan mereka sama sekali. Letusan Gunung Ruang yang terjadi pada hari Selasa lalu telah mengirimkan awan abu vulkanik setinggi ribuan meter ke udara, menyebabkan kekhawatiran serius bagi keselamatan penerbangan.

Menurut otoritas penerbangan di wilayah tersebut, sejumlah maskapai besar telah memutuskan untuk menunda atau membatalkan penerbangan mereka menuju dan dari bandara terdekat, mengakibatkan ribuan penumpang terdampar di bandara dan terpaksa mencari solusi alternatif untuk perjalanan mereka.

Para ahli vulkanologi telah mengkonfirmasi bahwa abu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan Gunung Ruang ini dapat membahayakan mesin pesawat terbang, menyebabkan kerusakan serius dan bahkan kegagalan mesin jika terpapar dalam jumlah yang cukup besar. Ini membuat penerbangan melalui wilayah yang terkena dampak menjadi amat berisiko.

Pada tahun-tahun sebelumnya, dunia telah menyaksikan dampak serius dari letusan gunung berapi terhadap penerbangan. Salah satu contoh terkenal adalah letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia pada tahun 2010, yang menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan di seluruh Eropa karena awan abu vulkaniknya.

Kemungkinan dampak ekonomi dari gangguan ini juga menjadi perhatian besar bagi pemerintah dan pelaku industri. Dengan pembatalan dan penundaan penerbangan, tidak hanya maskapai penerbangan yang mengalami kerugian, tetapi juga bisnis-bisnis terkait seperti pariwisata, perdagangan, dan logistik.

Meskipun gangguan penerbangan oleh abu vulkanik adalah tantangan serius bagi industri penerbangan, para ahli dan otoritas terkait terus bekerja sama untuk mengembangkan solusi yang lebih baik dalam mendeteksi, memantau, dan mengurangi risiko yang terkait dengan fenomena alam ini.

Sementara itu, evakuasi warga juga dilakukan pada masyarakat yang berada di Pulau Tagulandang, khususnya di sisi barat yang berhadapan dengan Pulau Ruang.

Pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah, dengan data sementara berjumlah 6.045 jiwa. Mereka berasal dari Kelurahan Bahoi dan Kelurahan Balehumara. Berdasarkan dasbor sistem informasi pemantauan gunung api, Gunung Ruang terlihat jelas hingga tertutup kabut pada hari ini. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak gunung. Cuaca berawan, angin lemah ke arah selatan.

Otoritas kegunungapian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah menetapkan status aktivitas vulkanik Gunung Ruang pada level tertinggi atau IV (Awas) pada 17 April 2024, pukul 21.00 Wita. Rekomendasi pada level tersebut di antaranya:

  1. masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif gunung,
  2. masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km,
  3. masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhan tubuh gunung api ke dalam laut, dan
  4. masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan

Dengan ancaman abu vulkanik terhadap penerbangan yang semakin sering terjadi, penting bagi kita untuk terus meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko ini. Kerjasama internasional dalam bidang penelitian, teknologi, dan kebijakan akan memainkan peran kunci dalam melindungi keselamatan penerbangan dan mobilitas manusia di masa depan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *