Kontroversi & Alasan Israel Serang Iran

Kontroversi & Alasan Israel Serang Iran

Israel kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer Iran, meskipun dilarang oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan memicu debat yang sengit tentang legitimasi dan konsekuensi tindakan tersebut.

Pemerintah Israel membela serangan tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional mereka dari ancaman yang dianggap berasal dari Iran. Mereka mengklaim bahwa Iran secara terus-menerus mengembangkan kemampuan nuklir dan mendukung kelompok militan di seluruh wilayah, mengancam kestabilan regional dan keamanan Israel.

Meskipun Amerika Serikat dan sekutunya telah menekan Israel untuk menahan diri dan memprioritaskan upaya diplomasi dalam menangani Iran, Israel menganggap ancaman Iran terlalu serius untuk diabaikan. Mereka berpendapat bahwa ketidakmampuan komunitas internasional untuk menahan ambisi militer Iran telah memaksa mereka untuk bertindak sendiri demi kepentingan keamanan nasional mereka.

Reaksi internasional terhadap serangan tersebut sangat bervariasi. Beberapa negara dan organisasi internasional mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan upaya perdamaian di wilayah tersebut, sementara yang lain menyatakan dukungan terhadap langkah Israel sebagai respons terhadap ancaman yang nyata.

“Serangan rudal Israel menargetkan sebuah situs di Iran pada Jumat pagi,” menurut ABC News.

Selain di Isfahan Iran tengah, ledakan juga terjadi di Kegubernuran As-Suwayda di Suriah selatan dan di wilayah Bagdad serta Gubernuran Babil di Irak pada Jumat pagi.

Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memastikan akan membalas serangan Iran terhadap Israel.

Langkah yang diambil Netanyahu ini bertolak belakang dengan saran dari Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron dan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock yang memintanya untuk menahan diri.

Pertemuan kedua menteri luar negeri itu dengan Netanyahu berlangsung di Kantor Perdana Menteri Israel di Yerusalem pada Rabu dua hari lalu. Saat itu, Netanyahu menolak saran Jerman dan Inggris untuk menahan diri dengan alasan Israel berhak mempertahankan diri dari serangan Iran.

“Kami akan membuat keputusan sendiri mengenai tanggapan terhadap serangan Iran. Kami akan melakukan segala yang diperlukan untuk mempertahankan diri,” kata Netanyahu.

Alasan ini sebelumnya sempat juga diungkapkan Netanyahu saat Israel menghadapi Operasi Banjir Al-Aqsa yang diluncurkan oleh gerakan Palestina, Hamas, pada Oktober 2023 lalu.

Meski begitu, ada alasan lain pula yang mendasari rencana Israel untuk membalas serangan yang dilakukan oleh Iran, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari, juga mengatakan Israel akan mengerahkan berbagai kemampuan militer dan mengerahkan sekutu untuk membalas Iran.

Sebelumnya, Komandan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Kayumarth Heydari mengejek Israel memiliki pertahanan yang lemah jika tanpa sekutunya yang membantu menembak rudal dan drone Iran. Meski tidak diungkapkan secara langsung, rencana Israel untuk membalas serangan Iran menunjukkan komitmen mereka untuk unjuk kekuatan militer yang dimilikinya guna menghadapi Iran.

Sementara itu, Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber mengatakan negaranya tidak menginginkan eskalasi perang namun jika rezim Israel melakukan kesalahan lagi maka Iran akan memberikan respons yang keras. Dikutip dari kantor berita IRNA, pejabat Iran membuat pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Suriah Hussein Arnous pada Kamis kemarin.

Mokhber mengatakan bahwa serangan terhadap misi diplomatik Iran di Suriah 1 April lalu menunjukkan keputusasaan rezim jahat dalam menghadapi perlawanan Palestina dan kelompok perlawanan lainnya.

“Kami tidak mencari ketegangan, namun kami akan memberikan respons keras jika rezim Zionis melakukan kesalahan lagi”, kata Wakil Presiden tersebut.

Perdana Menteri Suriah memuji operasi pembalasan Iran sebagai respons yang menghancurkan terhadap rezim tersebut, dan mengatakan bahwa tindakan berani tersebut mempertanyakan dan menantang keberadaan rezim Zionis, kredibilitasnya, serta para pendukungnya.

Arnous juga mengatakan bahwa tentara Suriah dalam kesiapan penuh untuk mendukung front perlawanan dan memberikan respon yang keras terhadap kemungkinan tindakan agresi rezim Zionis.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *